Sabtu, 06 Februari 2016

Jual Beli

    Jual beli (الْبَيْع) menurut bahasa berarti memberikan sesuatu dengan imbalan sesuatu atau menukarkan sesuatu dengan sesuatu yang lain.

    Jual beli menurut syara' ialah menukarkan suatu harta benda degan alat pembelian yang sah atau dengan harta benda yang lain dan keduanya menerima untuk dibelanjakan dengan ijab dan qabul menurut cara yang diatur oleh syara'.

    Jual beli adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan manusia untuk mempertahankan kehidupan mereka di tengah-tengah masyarakat.

    Allah SWT berfirman:

    وَاَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَو

    Artinya:
    "Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (Al-Baqarah: 275)

    Hukum jual beli pada dasarnya ialah halal atau boleh, artinya setiap orang Islam dalam mencari nafkahnya boleh dengan cara jual beli. Hukum jual beli dapat menjadi wajib apabila dalam mempertahankan hidup ini hanya satu-satunya yang mungkin untuk dilaksanakn oleh seseorang. Rasulullah Saw. bersabda:

    عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ اَنَّ النَّبِيًّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: اَىُّ كَسْبٍ اَطْيَبُ؟ قَالَ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ, وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُوْرٍ (رواه البزاروصححه الحاكم)

    Artinya:
    "Dari Rifa'ah bin Rafi' r.a., sesungguhnya Nabi Saw. ditanya: mata pencaharian apakah yang paling baik? Beliau menjawab, pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan tiap-tiap jual beli yang bersih." (HR. Bazzar dan disahkan oleh Hakim)

    Allah juga berfirman di dalam surat An-Nisa' ayat 29 yang artinya:
    "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu makan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu."

    Ayat tersebut memberikan pelajaran kepada kita bahwa untuk memperoleh rizki tidak boleh dengan cara yang bathil yaitu yang bertentangan dengan hukum Islam dan dalam jual beli harus didasari saling rela, tidak boleh menipu, tidak boleh berbohong dan tidak boleh merugikan kepentingan umum.

    Rukun jual beli

    Terdapat lima rukun jual beli, yaitu:
  1. Penjual
  2. Pembeli
  3. Barang yang diperjualbelikan
  4. Alat untuk menukar dalam kegiatan jual beli (harga)
  5. Aqad (ijab dan qabul antara penjual dan pembeli)

0 komentar:

Posting Komentar