LET'S VISIT BANDA ACEH

Banda Aceh is the provincial capital of Aceh Province, formerly known as Kutaraja until 1962. On April 22nd, 2016, Banda Aceh celebrated its 814th anniversary. Today,...

DAYA TARIK WISATA JAWA TENGAH

Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia. Candi ini adalah salah satu masterpiece di antara tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di...

NGABEN: UPACARA ADAT PEMAKAMAN DI BALI

Upacara pemakaman jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali atau dikenal dengan nama Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan...

SEJARAH RUMPUN BAHASA AUSTRONESIA

Menurut Arkeolog Harry Truman Simanjuntak, Austronesia merupakan salah satu rumpun bahasa yang terbesar di dunia. Rumpun bahasa ini meliputi...

ALBERT EINSTEIN

Albert Einstein was born in Ulm, Germany, in 1879. As a young boy, Einstein lived in...

Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2016

ALBERT EINSTEIN



Albert Einstein was born in Ulm, Germany, in 1879. As a young boy, Einstein lived in Munich and Milan. At the age of five, his father showed him a compass and explained how it worked. Albert was intrigued with the idea that something in “space” made the needle work. At this time, Albert’s mother also insisted that he learn to play the violin.
Taken from hfhy64.com

Albert was not considered very bright in school, and some even thought he had dyslexia and other learning problems. Many thought he was very slow. Nonetheless, school would go on to be very important to Albert, and he would go on to become a professor. 

He eventually went to school in Switzerland, where he graduated from the Federal Institute of Technology. He then worked in a patent office and on his doctorate degree. He later became a professor of physics. Einstein developed the theory of relativity and received a Nobel Prize in physics in 1921. He became famous throughout the world, which is very unusual for a scientist.


THE ANTELOPE

Taken from http://animalia-life.com/

An antelope is a hoofed animal with horns that are hollow. There are many different kinds of antelope. Antelope live in the mountains, deserts, and wetlands and are hunted by lions, hyenas, and other carnivores. They are light, quick-moving animals that can jump very well. Some antelopes can reach speeds as fast as 60 mph. They can bounce on all four legs. This is called pronking.

Antelopes feed on grass, desert plants, and young plant shoots. They also eat twigs and leaves. They swallow the food whole and then regurgitate it and chew it. This is called cud. Most antelopes live in Africa but have also been found in Asia and North America. Antelopes come in all different colors and sizes. The horns of antelope can be curved or straight. These horns never fall off and are used to get food.

An antelope has very keen senses. They have big eyes and keen hearing. This helps the antelope stay on constant alert for predators that may be nearby.



Selasa, 16 Februari 2016

Darimana Sel Eukariot Berasal?

Sampai degan sekitar tahun 1970, diyakini bahwa sel eukariotik berevolusi dari sel proariotik melalui suatu proses evolusi secara perlahan, yaitu organel pada sel prokariotik perlahan-lahan berkembang menjadi lebih kompleks. Konsep ini berubah setelah penemuan Lynn Margulis dari Universitas Boston. Margulis membuktikan teori yang sebelumnya diabaikan, yaitu organel-organel tertentu pada sel eukariotik, teutama mitokondria dan kloroplas berasal dari sel prokariotik yang berukuran kecil. Sel proakriotik tersebut menempati sitoplasma sel inang yang berukuran besar sehingga terbentuk sel eukariotik.

     Hipotesis tersebut dikenal sebagai teori endosimbiotik. Teori endosimbiotik bermakna bahwa sel tunggal yang kompleks berevolusi dari dua atau lebih sel yang lebih sederhana, yang hidup simbiotik dengan sel inangnya.

     Nenek moyang sel eukariotik yang pertama diduga merupakan bakteri heterotrofik anaerob. Disebut sebagai bakteri anaerob karena energi bakteri ini berasal dari perombakan makanan tanpa menggunakan oksigen. Disebut sebagai bakteri heterotrof karena bakteri energi bakteri ini tidak dapat menyintesis makanannya (seperti CO2 dan air), memerlukan senyawa kompleks dari lingkungannya.

     Sesuai dengan teori endosimbiotik, ada organisme prokariot yang relatif besar, bersifat anaerob dan heterotrof, yang menelan organisme prokariot yang berukuran lebih kecil dan bersifat aerob. Prokariot yang berukuran kecil itu diduga merupakan bakteri fotosintetik ungu. Namun karena tidak dapat dicerna oleh sitoplasma prokariotik yang lebih besar, sel prokariot yang lebih kecil tersebut tinggal menetap dan membentuk endosimbion di dalam tubuh sel inangnya. Saat sel inang bereproduksi, endosimbion juga bereproduksi. Setelah beberapa generasi, endosimbion kehilangan sifat-sifat yang tidak dibutuhkannya lagi dan berevolusi menjadi organel mitokondria yang kita kenal sekarang ini.

     Diduga juga bahwa bergabungnya endosimbion lain, terutama Cyanobacteria, menyebabkan organisme eukariot heterotrof yang ada pada masa awal berubah menjadi organisme heterotrof fotosintetik sekarang, yaitu alga dan tumbuhan hijau. Penggabungan kloroplas merupakan tahap terakhir dalam proses ndosimbiotik karena semua mikroorganisme eukariot mempunyai mitokondria, namun hanya alga dan tanaman yang mempunyai kloroplas.


Sumber: Kurniawan, Arif, dkk. 2008. Biology Insight: Mengkaji Kehidupan, Memupuk Keimanan. Sukoharjo: Hamudha Prima Media.

Kamis, 28 Januari 2016

Tsunami adalah . . .

Jepang merupakan negara yang paling sering terjadi tsunami. Oleh karena itu, tsunami berasal dari bahasa Jepang. Tsu, yang berarti pelabuhan dan nami, yang artinya gelombang. Sehingga tsunami diartikan sebagai gelombang di pelabuhan. Dengan kata lain, tsunami diartikan sebagai serangkaian gelombang raksasa yang timbul karena pergeseran di dasar laut oleh gempa bumi. Jadi, tsunami identik dengan gempa yang terjadi di dasar laut, bukan di daratan.
Gelombang yang dihasilkan oleh tsunami memiliki kecepatan 600 mil/jam (setara dengan 1.000 km/jam) atau pesawat yang rata-rata kecepatannya sama. Adapun gelombang tinggi yang terbentuk dapat mencapai 6 - 14 meter ukuran rata-rata, namun juga bisa mencapai 30 meter. Gelombang tsunami bisa menghantam daratan selama 5 sampai 30 enit. Periode tsunami adalah jangka waktu yang diperlukan untuk datangnya dua puncak gelombang berurutan.
Peristiwa tsunami dapat diwaspadai dengan melihat tanda-tanda sebelum terjadi gelombang laut yang besar ini. Tanda-tanda terjadinya tsunami yang paling mudah dilihat adalah surutnya air laut secara tiba-tiba yang berbeda dengan keadaan pasang surut normal, banyak ikan yang terdampar di dasar pantai, dan setelah surut tampak gelombang besar datang dari arah pantai. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan tsunami.

  • Gempa bumi dengan pusat gempa di dasar laut.
  • Kekuatan gempa minimal 6,5 Skala Richter.
  • Kedalaman gempa berkisar 20 - 30 km.
  • Letusan gunung berapi di dasar laut.
  • Longsoran tanah di dasar laut yang terjal.