LET'S VISIT BANDA ACEH

Banda Aceh is the provincial capital of Aceh Province, formerly known as Kutaraja until 1962. On April 22nd, 2016, Banda Aceh celebrated its 814th anniversary. Today,...

DAYA TARIK WISATA JAWA TENGAH

Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia. Candi ini adalah salah satu masterpiece di antara tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di...

NGABEN: UPACARA ADAT PEMAKAMAN DI BALI

Upacara pemakaman jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali atau dikenal dengan nama Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan...

SEJARAH RUMPUN BAHASA AUSTRONESIA

Menurut Arkeolog Harry Truman Simanjuntak, Austronesia merupakan salah satu rumpun bahasa yang terbesar di dunia. Rumpun bahasa ini meliputi...

ALBERT EINSTEIN

Albert Einstein was born in Ulm, Germany, in 1879. As a young boy, Einstein lived in...

Jumat, 01 Januari 2016

KERAJAAN KUTAI

Peta Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu pertama di Indonesia yang terletak di daerah Kutai, Kalimantan Timur. Pusat pemerintahannya diperkirakan berada di Muarakaman di tepi Sungai Mahakam.

Sumber-sumber sejarah Kerajaan Kutai adalah beberapa patung yang ditemukan di gua di Gunung Kombang dan tujuh buah prasasti yang disebut dengan yupa. Sebanyak empat buah yupa ditemukan pada tahun 1879 dan tiga buah yupa ditemukan pada tahun 1940 di daerah aliran Sungai Mahakam. Berdasarkan perbandingan bentuk huruf yang dipakai pada prasasti yupa dengan prasasti-prasasti di India, dapat diperkirakan bahwa yupa-yupa tersebut berasal dari abad ke-4 masehi.

Prasasti Kerajaan Kutai
Huruf yang dipakai dalam penulisan yupa adalah huruf Pallawa sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Sanskerta dan disusun dalam bentuk syair. Isi dari yupa-yupa tersebut di antaranya silsilah raja yang menyatakan bahwa Maharaja Kudunga mempunyai seorang putra yang bernama Aswawarman. Aswawarman disamakan dengan Dewa Ansumah (Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai tiga putra, salah satu putra yang terkenal adalah Mulawarman.


Sistem Pemerintahan dan Kehidupan Politik

Sistem pemerintahan di Kalimantan Timur mengalami perubahan sejak muncul dan berkembangnya pengaruh Hindu (India). Tata pemerintahan beruabh dari pemerintahan seorang kepala suku menjadi kepala pemerintahan seorang raja dalam suatu kerajaan.

Bangunan Kerajaan Kutai yang masih tersisa
Raja pertama Kerajaan Kutai adalah Raja Kudunga. Kedudukan awalnya sebagai seorang kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu di wilayahnya, Kudunga mengubah struktur pemerintahannya menjadi pemerintahan kerajaan dan diperintah oleh seorang raja. Penggantian tahta kerajaan dilakukan secara turun-temurun. Setelah Raja Kudunga mangkat, tahta pemerintahan digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman.

Kerajaan Kutai mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman putra dari Raja Aswawarman. Mulawarman merupakan raja yang sangat besar, rakyat yang diperintahnya hidup tenteram dan sejahtera. Untuk menghormati Mulawarman maka para pendeta mendirikan tugu peringatan yang disebut yupa.

Kondisi Sosial Budaya dan Ekonomi Masyarakat

Ilustrasi Upacara Bauswarnakam oleh Raja Mulawarman
Kehidupan sosial masyarakat Kutai berdasarkan prasasti yang telah ditemukan, telah berkembang menjadi sebuah masyarakat yang memiliki kebudayaan hasil perpaduan antara unsur budaya India dan unsur budaya lokal. Hal ini terlihat dari golongan masyarakat yang menguasai bahasa Sanskerta dan dapat menulis huruf Pallawa. Golongan tersebut adalah golongan brahmana.

Berdasarkan isi semua prasasti dapat diduga bahwa Raja Mulawarman memiliki hubungan yang baik dengan golongan brahmana. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan pada setiap prasasti selalu mengatakan bahwa semua yupa yang mengagungkan namanya, didirikan oleh brahmana sebagai penghormatan kepada sang raja, disamping adanya kebaikan dari raja kepada kaum brahmana. Hubungan baik ini menunjukkan bahwa kedudukan para brahmana sangat dihormati dan disegani oleh kalangan kerajaan.

Raja Kerajaan Kutai yaitu Mulawarman, menganut agama Hindu Siwa. Hal tersebut dapat diketahui dari salah satu yupa yang menyebutkan tempat dalam tanah yang diberi nama Waprakeswara. Waprakeswara merupakan suatu tempat suci untuk memuja Dewa Siwa.

Kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai diperkirakan sudah maju. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesanggupan pihak kerajaan memberikan sedekah berupa 20.000 ekor sapi kepada para brahmana. Kemampuan ini menunjukkan bahwa mata pencaharian masyarakat Kutai adalah beternak, terutama sapi.


Mata pencaharian lainnya adalah bertani dan berdagang, mengingat letak Kutai yang berada di tepi Sungai Mahakam yang subur. Sungai Mahakam pada saat itu diperkirakan dipergunakan sebagai jalur lalu lintas perdagangan lokal. Bahkan diperkirakan sudah terjadi hubungan dagang internasional yang menggunakan jalur lalu lintas dari India, Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Makassar, dan terus ke Filipina atau ke Cina.

Kamis, 31 Desember 2015

CAPITAL LETTERS


The capital letters are: ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
The small (lower case) letters are: abcdefghijklmnopqrstuvwxyz

In modern English, most nouns are written with an initial small (lower case) letter. However in the following cases we use capital letters.

  1. Names of particular people, places or things
John, Anna, Mr Smith, the Rolling Stones, the United States of America, the Daily Express (a newspaper), the Jupiter Symphony

  1. The titles of particular people
Mr and Mrs (or Ms*); Miss (or Ms*) Cynthia Brown, the Duke of Edinburgh, Princess Anne, the Duke of Royston, the President, the Prime Minister

  1. Days of the week, months of the year and public holidays
Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday, Sunday
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
Easter, Christmas Day, New Year's Eve, Independence Day

  1. Nationalities
the English, an Indonesian, a Frenchman

*Ms is a currently accepted neutral from which can replace Mrs or Miss.

Notes
  • We also use a capital letter to start the first word of a new sentence:
The children looked out of the window.
It was snowing outside.
The personal pronoun I is always written with a capital.

  • Titles of books, plays and films are also written with initial capital (usually only the important words - nouns, adjectives and verbs) e.g. Great Expectations, A Student's Grammar of English, The Da Vinci Code, The Rainbow Troops.

  • Chapter headings may be written with capitals or small letters.
e.g. Chapter Three: The Management of the Economy

        Chapter Three: The management of the economy

Source: Allsop, Jake. 1990. Cassell's Students' English Grammar. Indonesia: Binarupa Aksara.

THE ARTICLES


    A, the indefinite article comes before words beginning with a consonant or a consonant sound. A becomes an, when it is followed by words beginning with a vowel or a vowel sound.

    a mouse
    a new school
    a university
    an elephant
    an old school
    an umbrella
    an hour*
    an honest*man


    There is no plural form of the indefinite article. The plural of a dog is dogs, without an article.

    The, the definite article comes both before words with a consonant or a consonant sound and a vowel or a vowel sound.

    It is used with both singular and plural nouns.

    the town
    the towns
    the new school
    the union
    the house
    the eye
    the eyes
    the old school
    the Underground
    the hour*

    *In a few words, the initial 'h' is not pronounced: hour, honest, honour, heir, and their derivatives (hourly, honesty, etc.)

    Note
    a or one? Think of one as a number, in contrast with two, three, and so on. One also contrasts with another and the other(s).
    e.g.
    There is more than  one way to live in harmony.
    There are three telephones in the office. I've got one, and the boss has got the other two.

    The uses of the articles: the or a(n)?

    We use a(n) when the object is not specified; we use the when the object is specified. (To specify is to say which particular one you mean out of a group of objects.)

    A
    Not known and not specified
    a(n)
    B
    Known but not specified
    a(n)
    C
    Known and specified
    the

    A
    I always like to have a book by my bedside.
    --> any, we don't know which one

    B
    I received a book about gardening for my birthday.
    --> a particular one, but not (yet) specified

    C
    "I have a book about carpentry and a book about gardening. Which one do you want to see?"
    "Could I see the book about gardening, please?"
    --> a particular one, and specified

    Source: Allsop, Jake. 1990. Cassell's Students' English Grammar. Indonesia: Binarupa Aksara.

MEMBACA ALQURAN DENGAN SUARA KECIL ATAU KERAS?

Ada beberapa hadis yang menunjukkan sunnah membaca alquran dengan suara keras, dan hadis yang menunjukkan membaca dengan lembut dan suara kecil. Diantaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,

مَا اَذنَ اللهُ لشَئ مَااَذنَ لنَبيّ حُسْن الصَّوْت يَتَغَنَّى , با لْقُرْان يُجْهرُ به

"Allah tidak pernah mengizinkan sesuatu seperti yang diizinkan kepada Nabi yang bersuara indah, yaitu melagukan alquran dan membacanya dengan suara keras."

Sedangkan hadis kelompok kedua adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abi Daud, Tirmidzi dan an-Nasai,

اَلْجَاهرُ با لقُرْان كَالْجَاهر بالصَّدَقَة, وَالْمُسرُّ بالْقُرْان كَالْمُسرّبالصًّدَقَة
"Orang yang membaca alquran dengan suara keras adalah seperti orang yang memberikan sedekah dengan terang-terangan, sedangkan orang yang membaca alquran dengan suara perlahan seperti orang yang memberikan sedekah dengan merahasiakannya."

An-Nawawi mengatakan bahwa penyatuan antara kedua hadis tersebut yaitu membaca dengan suara lembut lebih utama karena takut akan menjadi riya, atau mengganggu orang yang sedang salat dan sedang tidur. Sedangkan membaca dengan suara keras lebih utama dalam keadaan selain itu karena dengan begitu lebih banyak energi yang dikeluarkan, dan faedahnya sampai kepada para pendengarnya, serta ia membangunkan hati pembacanya, memfokuskan hatinya untuk berpikir, memusatkan pendengarannya kepadanya, serta menghilangkan kantuk dan menambah semangat. Yang menunjukkan penyatuan pemahaman hadis itu adalah hadis Abi Daud dengan sanad sahih dari Abi Sa'id bahwa Rasulullah saw. berada di masjid dan mendengar mereka membaca alquran dengan keras. Kemudian Rasulullah saw. membuka tirai dan bersabda,

اَلاَاِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ لِرَبِّهِ, فَلَا يُؤْذِيَنْبَعْضُكُمْ بَعْضًا, وَلَايَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضِ فِى الْقِرَاعَةِ

"Ketahuilah, semua kalian sedang munajat kepada Rabbnya, maka hendaknya masing-masing orang tidak mengganggu yang lain, dan tidak saling mengeraskan suara dalam membaca alquran."

Dan sebagian mereka mengatakan bahwa disunnahkan membaca keras pada sebagian bacaan, dan disunnahkan dengan suara lembut pada bagian lain. Sebab, orang yang membaca dengan suara lembut dapat bosan membaca dengan lembut, dan ingin membaca dengan keras. Sementara, orang yang membaca dengan keras dapat merasa capek, kemudian ia beristirahat dengan membaca secara lembut.

Abi Daud meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia mengatakan bahwa Nabi saw. pada waktu malam mengeraskan suaranya pada suatu waktu, dan melembutkannya pada waktu yang lain.

Sumber: Qardhawi, Yusuf. 1999. Berinteraksi dengan Al-Qur'an. Jakarta: Gema Insani.

ANDREA HIRATA

Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di Belitung, 24 Oktober 1982, adalah novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia. Novel pertamanya berjudul Laskar Pelangi, merupakan novel sastra paling laris di Indonesia dari tahun 2006 sampai sekarang.

Laskar Pelangi dijadikan hadiah ulang tahun, bahan pidato, pengukuhan guru besar, tesis dan disertasi, maskawin pendamping Alquran, dijadikan soal ujian nasional Bahasa Indonesia, didiskusikan di masjid-masjid, gereja-gereja, dan oleh berbagai macam agama digunakan sebagai rujukan toleransi dan bentuk baru kesepahaman antaragama, suku, dan ras.

Kemampuan novel Laskar Pelangi untuk memukau anak-anak kecil berusia 7 tahun sampai para profesor yang berusia 70 tahun, serta mampu menggapai seluruh kalangan baik secara sosial maupun religi merupakan kemampuan misterius yang dimiliki Andrea Hirata. Novel Laskar Pelangi telah menginspirasi jutaan orang Indonesia dan menjadi novel yang paling banyak diadaptasi menjadi berbagai bentuk seni, seperti film, lagu, dan drama musikal.

Novel terbaru Andrea Hirata (2015)
Andrea Hirata menghasilkan tetralogi novel, yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karprov. Selain tetralogi Laskar Pelangi, ia juga menghasilkan karya lain, yaitu Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010), Sebelas Patriot (2011), Laskar Pelangi Song Book (2012) dan Ayah (2015).

Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia sangat menggemari sains, fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker yang sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya. Andrea mendapat program beasiswa master di Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan ia lulus dengan predikat cum laude. Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.

Pada 12 Maret 2012, Andrea Hirata menandatangani perjanjian penerbitan The Rainbow Troops (edisi internasional Laskar Pelangi) dengan Kathleen Anderson Literary Management, New York, dan Penerbit Farrar, Straus and Giroux (FSG), New York. FSG adalah penerbit terbaik di Amerika yang telah berdiri sejak tahun 1946 dan melahirkan karya-karya 23 pemenang nobel sastra. Pada tanggal 25 Mei 2012, FSG mengumumkan secara global sampul novel The Rainbow Troops versi Amerika Serikat dan Kanada. Menyusul kontrak dengan FSG, The Rainbow Troops juga diterbitkan oleh penerbit kelas dunia lainnya yaitu Random Haouse dan penerbit legendaris internasional, Penguin. Random House menerbitkan The Rainbow Troops di Australia dan New Zealand. Penerbit terkemuka Italia, Rizzoli, juga menerbitkan The Rainbow Troops. Adapun penerjemahan novel Laskar Pelangi hingga saat ini sudah lebih dari 30 bahasa asing.

Sebagai bagian dari komitmennya pada pendidikan, Andrea Hirata telah membangun museum sastra pertama di Indonesia di kampung halamannya desa Gantong, Pulau Belitong. Museum ini juga didesain sebagai sebuah pusat belajar (learning center) untuk memberikan workshop atau berbagai pendidikan gratis terutama untuk para pelajar tidak mampu. Museum ini diberi nama Museum Kata Andrea Hirata.

Source: Turangan, Lyli, Willyanto, dan Reza Fadhilla. 2014. Seni Budaya dan Warisan Indonesia Jilid 8 Bahasa dan Sastra. Jakarta: PT Aku Bisa.