LET'S VISIT BANDA ACEH

Banda Aceh is the provincial capital of Aceh Province, formerly known as Kutaraja until 1962. On April 22nd, 2016, Banda Aceh celebrated its 814th anniversary. Today,...

DAYA TARIK WISATA JAWA TENGAH

Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia. Candi ini adalah salah satu masterpiece di antara tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di...

NGABEN: UPACARA ADAT PEMAKAMAN DI BALI

Upacara pemakaman jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali atau dikenal dengan nama Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan...

SEJARAH RUMPUN BAHASA AUSTRONESIA

Menurut Arkeolog Harry Truman Simanjuntak, Austronesia merupakan salah satu rumpun bahasa yang terbesar di dunia. Rumpun bahasa ini meliputi...

ALBERT EINSTEIN

Albert Einstein was born in Ulm, Germany, in 1879. As a young boy, Einstein lived in...

Rabu, 30 Desember 2015

WORLD HERITAGE OF CENTRAL JAVA

SANGIRAN PRE HISTORIC MUSEUM


Sangiran region or "Sangiran Dome" is located at Krikilan village, the district of Kalijambe, approximately 3 km from Solo - Purwodadi highway. The visitors can learn about fossils such as ancient human fossils and its equipment, ancient animals and plants that lived at that time. This site is the most complete ancient human site in Asia that the stages can be seen in sequence without interruption since 2 million years ago, i.e. since the late of Pliocene until the end of middle Pleistocene.

BOROBUDUR TEMPLE


Candi Borobudur is the world's largest Buddhist temple, located at Borobudur village, sub district of Borobudur, approximately 3 miles from the city of Mungkid. It was built by King Samaratungga from 762 BC ntil 824 BC. He was one of the kings of the ancient Mataram kingdom, the descendant of the house of Syailendra.

The design of Candi Borobudur is 10 levels staircase whereas each level represents the stages of human life. The six lowest levels are square, the next three levels are circle and on the top of the level is the stupa of Buddhist facing to the west.



BATIK

In terms of arts and crafts, Batik fashion has become a part of Javanese culture. Javanese Batik is claimed to be the best Batik in the world. Batik is derived from the combination of two Javanese words, amba (writing) and titik (dot). Batik has been developed in Java since the time of Majapahit kingdom and began to expand in the late 18 century. Initially, the variety of shades and colors of Batik were limited, even some limited figures were only used by certain circle. However, Batik Pesisir (coastal batik) absorbs various foreign influences, such as traders or invaders. Now, Batik became as a part of Javanese dress both formal and informal.

KERIS

Keris is one of the nation traditional weapons. Keris is stabbing weapon with a pointed end and sharp on the right and left side, asymmetrical, as well as the winding blade. One of the museums in Central Java which has a keris collection is Museum Tosan Aji in Purworejo Regency. While the local craftsmen of keris are located at Solo and surrounding area.






WAYANG

Wayang is a performing art that uses the wayang (figures puppet that made of leather), fabric as a divider between the dalang with the audience, and accompanied by traditional gamelan music. The spectators can only watch the wayang movements through shadows falling on the kelir (slide). In general, a show of wayang tells the story of Ramayana or Mahabharata or local wisdom.



KARIMUNJAWA NATIONAL PARK


Karimunjawa national park is one of the leading tourist areas in regional even international level. It has very enchanted natural beauty of underwater world with its various types of coral reefs, marine life, and colorful reef fish. The amazing white sand on each of twenty seven islands make you feel in heaven.

Some interesting and challenging activities that can be done in here are diving, snorkeling, trekking, canoeing, fishing, siling, seeing shark breeding, and immerse yourself in Bugis fisherman's life, etc.

Karimunjawa can be accessed both water and air transportation. For water transportation, KM Muria and KMC Express Cantika 89 can be used from Kartini Harbour Jepara. Meanwhile, KMC Kartini can be used from Tanjung Mas Harbour Semarang. Another transportation is using private airplane from Ahmad Yani Airport Semarang to Dewadaru Airport in Kemujan Island. Acomodation and facilities which are available such as home stay, resort and hotel, as well as inter-island transportation.


SEJARAH MUNCULNYA AHLUSSUNNAH WALJAMAAH


     Secara etimologi Ahlussunnah Waljamaah terdiri atas tiga kata yaitu:
1. Ahlun, ahalun (bentuk jamak) artinya keluarga atau orang yang mempunyi atau yang menguasai. Misalnya اهل البيت artinya keluarga atau kaum kerabat. Dan اهل الامر artinya yang mempunyai urusan atau penguasa.
2. Assunnah (السنة) artinya apa saja yang datang dari Rasulullah SAW meliputi sabda (aqwal), perbuatan (af'al) maupun ketetapan (taqrir).
3. Aljama'ah (الجمعة) artinya kumpulan atau kelompok. Maksudnya ialah sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW, terutama khulafaurrasyidin, assawadul a'dham (golongan mayoritas umat islam) atau jama'atul mujtahidin (golongan mujtahid).

     Sedangkan secara terminologi ialah kaum atau orang-orang yang menganut ajaran islam yang murni sebagaimana yang diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya.

     Ajaran nabi dan para sahabat tersebut pada dasarnya secara sempurna telah termaktub dalam Alquran dan Sunnah Rasul. Hanya saja ajaran tersebut belum tersusun secara rapi dan teratur. Ajaran tersebut kemudian dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapi oleh ulama besar, Syekh Abu Hasan Al-Asyari (lahir di Bashrah tahun 260 H dan wafat di Bashrah tahun 324 H dalam usia 64 tahun).

     Ahlussunnah Waljamaah sering juga disebut "Kaum Asyariyah", merujuk kepada Imam Abu Hasan Al-Asyari. Salah seorang murid beliau yang terkenal bernama Abu Mansur Al-Maturidi (lahir di Maturidi, Samarkand tahun 268 H dan wafat tahun 303 H/944 M). Ia adalah seorang ulama besar yang mempunyai i'tikad sama dengan yang diajarkan oleh Al-Asyari. Pahamnya disebut Maturidiyah. Itulah sebabnya Muhammad bin Muhammad bin Al-Husaini Az-Zabidi dalam kitab Ithafussadah Almuttaqin (syarah kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali) mengatakan:
 إذَااُطْلقَ اَهْلُ السُّنََّة وَالْجَمَاعَة فَا لْمُرَا دُبه الْاَشَاعرَةُ وَالْمَاتُرديَّةُ
Artinya: "Apabila disebut ahlussunnah waljamaah, maka maksudnya adalah orang-orang yang mengikuti paham Al-Asyari dan Al-Maturidi".

     Selain itu, dalam kitab-kitab ushuluddin sering dijumpai pula kata "Sunni". Kata ini merupakan kependekan dari kata ahlussunnah waljamaah, dan orang-orangnya disebut "Sunniyun".

     Menurut KH. Ahmad Shiddiq, ahlussunnah waljamaah adalah golongan yang setia pada ahlussunnah waljamaah, yaitu ajaran islam yang diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya pada masa nabi Muhammad masih hidup serta apa saja yang dipraktikkan para sahabat sepeninggalnya, khususnya khulafaurrasyidin.

     Rujukan utama untuk mengetahui pengertian ahlussunnah waljamaah adalah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani:
وَالَّذى نَفْسُ مُحَمَّد بيَده لَتَفْتَرقُ اُمَّتى عَلَى ثَلاَث وَ سَبْعينَ فرْقَة فَوَاحدَةٌ فى الْجَنَّة وَثنْتَان وَسَبْعُوْنَ فى النَّار قيلَ : مَنْهُمْ يَا رَسُوْلَ الله قَالَ اَهْلُ السُّنَّة وَالْجَمَاعَة . رواه الطبرانى
Artinya: "Demi Tuhan yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku nanti akan pecah menjadi 73 kelompok. Satu kelompok masuk surga dan 72 kelompok lainnya lagi masuk neraka. Sahabat bertanya kepada Nabi. Siapakah mereka yang masuk surga itu, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: Mereka itu adalah Ahlussunnah Waljamaah".

     Kedudukan sahabat Nabi Muhammad memang penting sebagai acuan pemahaman dan pengenalan ajaran islam. Rasulullah sendiri telah menandaskan hal tersebut dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim, yang artinya:
"Maka sesungguhnya siapa yang hidup (lama) di antara ilmu, niscaya akan melihat perselisihan (paham) yang banyak, maka peganglah sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu".

     Sedemikian tinggi dan pentingnya kedudukan sahabat sampai Nabi Muhammad dalam sebuah hadis pernah mengatakan:
اَصْحَابى كَاالنُّجُوْم باَيّهمُ اقْتَدَيتُمْ اهْتَدَيتُمْ
Artinya: "Para sahabatku adalah ibarat bintang-bintang, dengan siapapun di antara kamu sekalian maka kamu akan memperoleh petunjuk".

     Sebagai suatu ajaran, ahlussunnah waljamaah sudah ada jauh sebelum dia tumbuh sebagai aliran dan gerakan. Bahkan istilah ahlussunnah itu sudah dipakai sejak zaman Rasulullah SAW dan para sahabat. Sebab hakikat ahlussunnah waljamaah sebenarnya adalah islam itu sendiri.

     Hanya saja istilah itu belum dipakai sebagai nama aliran atau gerakan kelompok tertentu. Yang mendorong lahirnya ahlussunnah waljamaah sebagai aliran dan gerakan dalam islam adalah keberadaan aliran lain yang telah ada sebelumnya, terutama aliran dan gerakan Muktazilah pada zaman Abbasiyah, khususnya pada zaman Al-Makmun (198-218 H / 813-833 M), Al-Muktashim (218-228 H / 833-842 M) dan Al-Watsiq (228-233 H / 842-847 M) yang menjadikan Muktazilah sebagai madzhab resmi negara yang dilindungi oleh pemerintah.

     Dalam penyebaran paham Muktazilah itu, terjadi suatu peristiwa yang membuat lembaran hitam dalam sejarah umat islam dan khususnya Muktazilah sendiri. Khalifah Al-Makmun dalam upayanya menanamkan pengaruh Muktazilah, melakukan pemaksaan kepada seluruh jajaran pemerintahnya, bahkan juga kepada seluruh masyarakat islam. Dalam menyebarkan paham Muktazilah banyak ulama panutan masyarakat menjadi korban penganiayaan. Misalnya Imam Hambali (Ahmad bin Hambal), Muhammad bin Nuh, dan lain-lain yang tidak mau mengubah pendiriannya untuk mengatakan bahwa "alquran itu adalah makhluk" (seperti yang diyakini Muktazilah).

        Ketegaran dan ketegasan mereka dalam mempetahankan akidah ahlussunnah waljamaah serta adanya keresahan kaum muslimin yang saat itu sudah bosan menghadapi perbedaan dan beragam pertentangan yang dibuat Muktazilah menimbulkan simpati luas dari masyarakat. Lebih dari itu, rasa kebencian kaum muslimin dan antipati terhadap pemerintah Muktazilah dan kekuasaan yang mendukungnya memuncak ketika peristiwa "Mihnatul Quran" (fitnah bahwa alquran adalah makhluk).

   Ketika Al-Mutawakkil (233-247 H / 874-861 M) menjadi khalifah Abbasiyah menggantikan Al-Watsiq, dia melihat bahwa posisinya sebagai khalifah perlu mendapatkan dukungan mayoritas masyarakat. Sementara itu kelompok mayoritas islam setelah kasus Mihnah (ujian akidah) adalah pengikut Imam Ahmad bin Hambal. Sehingga pada tahun 856 M, khalifah Al-Mutawakkil membatalkan aliran Muktazilah sebagai madzhab resmi negara dan pemerintah.

     Di samping itu bagi masyarakat awam, sebenarnya sulit menerima doktrin Muktazilah yang rasional-filosofis. Mereka lebih menyukai ajaran-ajaran yang sifatnya sederhana yang sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW dan tradisi para sahabatnya. Dalam keadaan ini, muncullah tokoh ulama islam yaitu Abu Hasan Al-Asyari dengan ajaran-ajaran akidah ahlussunnah waljamaah. Dimana dia berusaha mengakomodasi aspirasi masyarakat sesuai tingkat pemikiran dengan tetap menjaga kemurnian ajaran islam yang sesuai dengan sunnah Nabi serta tradisi para sahabatnya. Doktrin teologi Asyari ini kemudian dikembangkan terus menerus oleh murid-murid dan ulama pengikutnya, seperti: Abu Hasan Al-Bahili, Muhammad Al-Baqillani, Abdul Maali Al-Juwaini (Imam Haromain), Abu Hamid Al-Ghazali, Muhammad bin Yusuf As-Sanusi, dan lain-lain. Dan di Samarkand, muncul tokoh ahlussunnah waljamaah yang lain, yaitu Abu Mansur Al-Maturidi yang ajaran teologinya dikenal dengan Al-Maturidiyah. Di Bukhara aliran Maturidiyah dikembangkan oleh Ali Muhammad Al-Bazdawi.

INDONESIA SEBAGAI JALUR PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM PERKEMBANGAN AGAMA HINDU-BUDDHA

Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang dipisahkan oleh selat dan laut. Untuk menjalin komunikasi antar pulau, bangsa, Indonesia menggunakan sarana pelayaran. Sarana pelayaran juga digunakan untuk memperlancar aktivitas perdagangan antar pulau. Pelayaran dan perdagangan yang dilakukan bangsa Indonesia bukan hanya dalam wilayah Indonesia, melainkan telah jauh sampai ke luar wilayah Indonesia.

Sejak ditemukannya jalur pelayaran melalui laut yang menghubungkan antara Romawi dan Cina, maka pelayaran dan perdagangan di wilayah asia menjadi semakin ramai. Rute jalur laut yang dilakukan dalam hubungan dagang antara Cina dan Romawi telah mendorong munculnya suatu hubungan dagang pada daerah-daerah yang dilalui oleh rute tersebut, termasuk Indonesia. Karena posisi Indonesia yang strategis -di tengah jalur perdagangan antara Cina dan Romawi-, maka terjalinlah hubungan antara Indonesia, Cina, dan India.

Melalui hubungan dagang tersebut, maka pengaruh dari luar masuk dan berkembang di Indonesia. Seiring dengan itu, berkembang pula agama dan budaya Hindu-Buddha yang dianut oleh sebagian besar pedagang India di Indonesia. Agama dan budaya tersebut kemudian dianut oleh penguasa dan akhirnya menyebar sehingga memengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat di Indonesia.

Bukti hubungan antara India dan Indonesia terlihat dari ditemukannya berbagai prasasti dan bangunan yang berciri serupa dengan peninggalan sejarah di India. Prasasti dan bangunan tersebut sudah berusia ratusan tahun dan diperkirakan dibuat oleh kerajaan-kerajaan lokal yang terpengaruh oleh agama dan budaya Hindu-Buddha.


KHASIAT BASMALAH


Rasulullah SAW bersabda: "tiap amal perbuatan yang dianggap baik tetapi tidak dibacakan "bismillaahirrahmaanirrahiim" ketika akan memulainya, maka perbuatan itu menjadi puntung alias terputus dari rahmat Allah". (HR. Ibnu Hibban)
Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Mas'ud RA menjelaskan bahwa barangsiapa yang ingin diselamatkan dari malaikat Zabaniyah yang berjumlah sembilan belas, maka hendaknya ia membaca "bismillaahirrahmaanirrahiim". Niscaya Allah akan menjadikan setiap huruf baginya sebagai perisai dari salah satu diantara malaikat Zabaniyah itu.
Selain itu, Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya telah dihalalkan bagi setan makanan yang tidak disebut nama Allah (Basmalah) padanya".
Berikut ini adalah beberapa khasiat dari keutamaan mengucapkan basmalah yang dikutip dari Ustadz Labib MZ. dalam bukunya Kumpulan Ayat-ayat Suci Alquran dan Khasiatnya dan Asmaul Husna.
1. Dapat menghilangkan kesulitan.
    Basmalah dibaca setiap akan menghadapi sesuatu yang menyulitkan, insyaallah apapun yang dirasa sulit itu akan menjadi mudah baginya.
2. Dapat mendatangkan segala macam hajat.
    Basmalah dibaca 13.000 kali sesudah salat hajat 2 rakaat, dan setiap kali mendapat 1.000 kali bacaan, bacalah shalawat atas nabi. Kemudian berdoalah kepada Allah agar hajatnya dikabulkan. Insyaallah dengan usaha yang demikian ini apapun hajatnya akan lekas terkabul.
3. Dapat menyembuhkan segala macam penyakit.
    Bacalah basmalah 100 kali pada bagian yang terasa sakit. Insyaallah lekas sembuh. Tetapi anda jangan melupakan usaha lahir, yaitu berobat ke dokter.
4. Dapat melariskan dagangan.
    Basmalah dibaca sebanyak 900 kali pada tiap hari selama 7 hari berturut-turut. Ketika akan membacanya harus berniat agar barang dagangannya itu nanti laris terjual. Insyaallah setelah masa 7 hari sudah selesai, barang dagangannya akan laris terjual.
5. Dapat membangkitkan rasa cinta.
    Bacalah basmalah sebanyak 333 kali pada sebuah gelas yang diisi dengan air, kemudian airnya diminumkan pada orang yang dimaksud. Insyaallah orang yang asalnya benci berubah menjadi rasa cinta kepada orang yang dibencinya.
6. Dapat mencerdaskan akal pikiran.
    Bacalah basmalah sebanyak 21 kali ketika akan tidur. Insyaallah di dalam tidur anda akan dijauhkan dari godaan setan.
7. Dapat mendatangkan kewibawaan yang besar.
    Tulislah basmalah dengan huruf arab sebanyak 700 kali pada kertas atau kain putih. Kemudian dilipat yang rapi untuk dibawa pergi ke mana saja. Insyaallah orang yang membawa tulisan tersebut mendapat kewibawaan yang besar sehingga semua orang akan menaruh simpati padanya.
Demikianlah diantara khasiat-khasiat basmalah. Berhasil atau tidak, semua kembali kepada Allah SWT, Yang Maha Berkuasa.
Wallahu a'lam.

Sumber: MZ., Ustadz Labib. 1993. Kumpulan Ayat-ayat Suci Alquran dan Khasiatnya dan Asmaul Husna. Surabaya: Terbit Terang.