Kamis, 31 Desember 2015

IMAM ABU MANSUR AL-MATURIDI

Nama lengkapnya adalah Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, dekat Samarkand (Asia Tengah), sekitar tahun 852 M / 238 H. Para ulama yang menjadi gurunya kebanyakan dari golongan Hanafiah yang disebut-sebut sebagai golongan rasional (cenderung mendasarkan pada rasio). Mereka antara lain: Muhammad bin Muqatil Ar-Razi, Abu Bakar Ahmad bin Ishaq Al-Jurjani, Abu Masr Al-Lyadi, dan Nusair bin Yahya.

Sedangkan para ulama yang pernah berguru kepadanya, antara lain: Abu Al-Qasim Ishak bin Muhammad yang lebih dikenal dengan Al-Hakim As-Samarqandi (wafat 951 M), Abu Al-Hasan Ali bin Said Al-Rastaghtani, Abu Muhammad Abdul Karim bin Musa Al-Bazdawi (wafat 999 M), dan Abu Al-Lais Al-Bukhari.

Karya tulis yang disebut-sebut sebagai karangan Al-Maturidi ada 11 buah, yaitu:
  1. Bayanul Wahm Almutazilat
  2. Raddul Usul Alkhamsah li Abi Muhammad Albahili
  3. Radd Awail Aladilat Allati
  4. Radd Tahdzib Aljadal lil Ka'bi
  5. Radd Walid Alfussaq lil Ka'bi
  6. Radd 'Ala Usulil Qaramithah
  7. Radd Kitabaat Imamat li Ba'di Arrawafid
  8. Ma'khaz Asysyara'I
  9. Kitab Aljadal
  10. Tawilat Ahlussunnah
  11. Kitab Attauhid

Dari kalangan ulama segenerasi, tampaknya hanya Al-Maturidi saja tokoh yang lebih mencurahkan perhatian pada lapangan teologi (ilmu tauhid/ketuhanan), sehingga menjelma menjadi suatu aliran. Selanjutnya aliran tersebut dikenal dengan Al-Maturidiyah. Bila dicermati dari karya-karya tulis di atas, tampak jelas bahwa Al-Maturidi secara tegas menangkis dan menyerang aliran Muktazilah dan golongan Syiah. Pada saat yang bersamaan, Imam Al-Asyari menyerang aliran Muktazilah di Irak, sedang Al-Maturidi melakukan hal yang sama di Samarkand.

Beberapa ajaran Al-Maturidi, yaitu:
  1. Tuhan itu mempunyai sifat-sifat (yang berbeda dari zat-Nya).
  2. Kalam (firman) Allah itu qadim dan tidak diciptakan (bukan makhluk).
  3. Manusia dapat melihat Tuhan kelak di akhirat.
  4. Orang-orang yang berdosa besar masih tetap berstatus mukmin, dan terserah Tuhan tentang nasibnya kelak di akhirat, apakah diampuni dan masuk surga atau harus melalui neraka terlebih dahulu.

0 komentar:

Posting Komentar